Flash news!
Beranda
Dari Meja Redaksi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 23 October 2009
   
    Akhir Oktober tahun 2009 Presiden dan kabinetnya sudah mulai bekerja penuh. Itu janji yang pernah disampaikan oleh presiden SBY setelah terpilih kembali.

    Sebagai rakyat biasa yang menggeluti dunia pendidikan dan perpustakaan khususnya, siapapun yang dipilih Presiden menjadi menteri pendidikan hendaknya orang yang profesional dan berpengalaman serta paham benar apa arti...
   
    Akhir Oktober tahun 2009 Presiden dan kabinetnya sudah mulai bekerja penuh. Itu janji yang pernah disampaikan oleh presiden SBY setelah terpilih kembali.

    Sebagai rakyat biasa yang menggeluti dunia pendidikan dan perpustakaan khususnya, siapapun yang dipilih Presiden menjadi menteri pendidikan hendaknya orang yang profesional dan berpengalaman serta paham benar apa arti dan tujuan pendidikan termasuk yang diperlukan anak bangsa dalam memperoleh pendidikan.
   
    Sebenarnya lepasnya kebudayaan dari Departemen Pendidikan yang kemudian berada di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata banyak disesalkan oleh kalangan pendidikan. Hal ini karena terkesan bahwa nilai-nilai kebudayaan kita lebih sebagai komoditi dan urusan bisnis ketimbang sebagai hasil budaya dan warisan leluhur yang wajib dilestarikan nilai-nilainya oleh generasi penerus melalui pendidikan - pelatihan dan pengajaran.

    Sampai lebih dari 64 tahun Indonesia merdeka hampir kebanyakan pakar mengatakan bahwa masih terjadi carut marut meskipun sistemnya beberapa kali diperbarui. Mungkin karena yang memimpin departemen pendidikan dianggap bukan ahlinya maka sering disorot sebagai hasil “uji coba” sehingga ada pemeo ganti menteri ganti kebijaksanaan. Seandainya hasilnya lebih baik patut disyukuri tapi kalau uji cobanya keliru, alangkah malangnya anak-anak kita - para guru dan orang tua. Hal-hal yang agak membingungkan adalah ketidakseimbangan di dalam memberikan perhatian terhadap penerapan dan pengaturan untuk bidang ilmu tertentu. Karena kita “ketinggalan” di bidang ilmu eksakta maka pelajaran di bidang ilmu sosial dan humaniora kurang mendapat perhatian. Pendidikan mengenai kebudayaan juga dirasakan kurang, khususnya di dalam penanaman nilai dan norma etika serta rasa kebangsaan yang seharusnya ditanamkan kepada anak didik sejak usia dini.

    Banyak yang merasakan bahwa anak-anak kita saat ini terlanda erosi dan polusi kebudayaan yang cukup parah. Salah memilih menteri pendidikan bisa anak bangsa menjadi taruhannya. Untuk beliau yang akan menjadi menteri pendidikan ijinkanlah kami menyampaikan himbauan agar masalah-masalah yang belum terselesaikan dapat dilanjutkan antara lain
  • kiranya UAN dapat dipersiapkan lebih baik dengan landasan kejujuran dan peningkatan mutu guru secara merata.
  • status perguruan tinggi sebagai badan usaha negara dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana
  • diskriminasi memperoleh pendidikan dengan mutu yang sama untuk seluruh sekolah negeri sedapat mungkin dikurangi sehingga dengan demikian semua sekolah-sekolah Negeri mutunya relatif sama.
  • program wajib belajar khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan perlu terus ditingkatkan mutu dan jumlahnya. Namun tidak melupakan bahwa masih ba-nyak anak-anak Indonesia yang tidak mampu mengikuti wajib belajar Pendidikan Dasar 6 tahun dan 9 tahun.
  • pendidikan mempunyai peranan besar di bidang ketahanan nasional dan pembentukan karakter bangsa. Semua akan berhasil bila dimulai pada usia dini, oleh karena itu pendidikan dasar 6 tahun sangat perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh sebagai dasar membentuk manusia yang berkarakter sekaligus cerdas menyiasati kehidupan yang bermartabat dan sejahtera.

    Selamat untuk Bapak/Ibu Menteri Pendidikan dan (Kebudayaan) baru, semoga harapan kami mendapat perhatian.

Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin. (AS)
Last Updated ( Friday, 23 October 2009 )