Flash news!
Beranda
HUT 28 KPI PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 23 February 2010

HUT KPI ke-28

diawali dengan
Pentingnya Simposium Literasi Informasi bagi  Masyarakat Perpustakaan

Klub Perpustakaan Indonesia yang didirikan pada tahun 1982 pada tanggal 4 Januari 2010 kini telah berusia 28 tahun. Bagi sebuah organisasi independen tanpa subsidi yang mampu bertahan sekian lama pasti  tidaklah mudah. 

HUT KPI Sampai dengan th. 2010 mulai dari awal berdirinya KPI yang didukung penuh oleh PN. Balai Pustaka, kemudian “dilepas” oleh PT. Balai Pustaka tanpa fasilitas, kecuali sepotong ruangan di Perpustakaan yang pengap. Kemudian  setelah Dirutnya Bapak Dr. Zaim Uchrowi mendapat ruang baru yang lebih layak, sampai dengan semua kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya mengemban misi dan mencapai visinya, dituang dalam bentuk gambar yang cukup jelas.  

Setiap tahun walaupun secara sederhana KPI selalu memperingati hari jadinya bersama teman, sahabat dan anggota. Di tahun 2010 Ulang Tahun KPI kembali dirayakan dengan mengadakan Simposium tentang Literasi Informasi  walaupun tidak pas tanggal 4 Januari, melainkan tanggal 23 Januari.

Pengurus KPIDalam sambutannya Ketua KPI Ibu Dra. Adwityani S. Subagio, SH menjelaskan mengapa diadakan simposium  tentang literasi informasi.
Dijaman globalisasi, berkem-bangnya teknologi informasi begitu pesat dan tak mungkin ditolak. Oleh karena itu masyarakat perpustakan harus memiliki kesadaran untuk mengembangkan kemampuan melek informasi. Untuk menjadi insan melek informasi ada beberapa komponen yang harus dimiliki yaitu melek huruf, melek perpustakaan, melek media, melek teknologi, melek visual. (visual literacy).

Acara dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pengembangan  Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional RI, Bapak Drs. Supriyanto, M.Si, diawali dengan pidato singkat yang berisi landasan hukum penyelenggaraan perpustakaan yaitu UU No. 43 th. 2007 dan upaya memasyarakatkan kebiasaan membaca. Beliau baru saja terpilih menjadi Ketua PP IPI.

Pukul 10.00 WIB Simposium tentang Pentingnya Literasi Infor-masi bagi Masyarakat Perpus-takaan dimulai dan berlangsung selama 90 menit dipandu langsung oleh Ibu Dra. Adwityani S. Subagio, SH. Sebagai nara sumber adalah Ibu Dra. Woro Titi Haryanti, MA, Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Perpustakaan Nasional RI, Bapak Wien Muldian dari Per-pustakaan Kementrian Pendidikan Nasional RI, Ibu Hanna Latuputty, SS dari APISI (Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia).

Aula perpustakaan Nasional Merdeka Selatan hari itu  dipadati oleh 150 orang yang mayoritas adalah anggota KPI. Mereka adalah para guru, pustakawan dari Perpustakaan  Sekolah, Perguruan Tinggi, Perpustakaan Khusus serta  Anggota Pribadi dan dihadiri pula oleh beberapa Duta Baca Anak dan Remaja Indonesia th. 2009 dari Menado, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau dan Jawa Barat serta tamu undangan khusus lainnya. Panitia terpaksa menolak calon peserta yang dadakan datangnya berhubung ruangan sudah tidak muat lagi.Image

Masing-masing pembicara menyampaikan literasi informasi sesuai lingkup kerjanya. Ibu Hanna Latuputty berbicara tentang literasi informasi di sekolah, Bapak Wien Muldian membicarakan tentang literasi informasi di masyarakat umum, dan Ibu Woro Titi Harjanti memberikan gambaran tentang literasi informasi di Perpustakaan Nasional.Image

Secara singkat sbb:
Hanna Latuputty dalam makalahnya menyebutkan, Pembelajaran tiap manuasia tidak lagi dibatasi pada kemampuan membaca,menulis dan berhitung tetapi bagaimana seseorang mampu bertahan hidup karena ia mempunyai seperangkat keteram-pilan pemecahan masalah dengan menggu-nakan  sumber-sumber informasi yang ada.

Wien Muldian dalam makalahnya menyebutkan bahwa idealnya perpustakaan dapat mengikuti perkembangan kebudayaan  dan pengetahuan yang sedang terjadi. Perpustakaan harus mengambil peran sebagai penyedia informasi yang dibutuhkan publik yang dilayaninya. Perpustakaan sekolah harus dapat mendukung pengajaran yang diterima siswa, perpustakaan umum harus dapat menampung keingintahuan masyarakat akan pengetahuan.

Untuk itu rencana dibukanya Taman Bacaan ditempat umum seperti di Mall sangat mendukung terwujudnya masyarakat literasi.
Ibu Woro Titi dalam makalahnya menye-butkan bahwa Literasi Informasi adalah pemahaman dan kemampuan seseorang untuk menyadari kapan informasi diperlukan, menemukan, mengevaluasi dan mengguna-kannya secara effective. Beliau memberikan gambaran literasi informasi di Perpustakaan Nasional yaitu melaksanakan pendidikan pemustaka (user education) yang dilakukan kepada pemustaka, pengunjung; melaksana-kan konsultasi penelusuran informasi; individual tutorial secara umum bagi peneliti.

Selesai pemaparan dari nara sumber, peserta banyak mengajukan pertanyaan yang  cukup menarik dan berbobot. Semua perta-nyaan dapat terjawab dengan baik. Simposium berjalan lancar namun banyak yang meminta agar waktunya lebih panjang lagi. Simposium diakhiri dengan Penyampaian sertifikat secara simbolis oleh Bapak  Supriyanto dan Ketua KPI kepada 3 orang  peserta yaitu Ibu Dyah dari Perpustakaan Khusus, Bapak Zaini dari Perpustakaan Sekolah dan Bob Edwin Nurmande Duta Baca Anak dan Remaja dari Kepulauan Riau.

Selesai simposium tiba waktu acara  ramah tamah dan makan bersama. Dalam acara ini selain para peserta simposium, KPI juga mengundang tamu-tamu khusus, sahabat dan pendukung KPI a.l. Bpk Dr. Sukarman, Bpk Dr. Pudjo Sumedi AS., M.Ed, Bpk Blasius Sudarsono, MLS, Bpk Ir. M. Widyana, MM, Ibu Sri Redjeki, dan masih banyak lagi. Sambil menunggu tamu-tamu datang, KPI memutar album kenangan perjalanan KPI dari th. 1982.

Ibu Gadis Irawan Suhud sebagai pem-bawa acara memulai acara minta kepada  Ketua KPI untuk memperkenalkan nama-nama yang sekarang ada dibalik KPI a.l. Mas Agus Wasito, Mbak Asih Soewadi, Mbak Dwi Suharyati, Mbak Aftralina, Ibu Susilowati, Ibu Naniek Peristiwati, Ibu Aini Nurkomarawati, Bpk Pudjo Sumedi, Bpk Blasius Sudarsono dan Bpk M. Widyana. Mereka diminta ke depan mengelilingi tumpeng dan kue ultah.

Bapak Soekarman yang membidani lahirnya KPI menyampaikan sambutan  singkat bahwa kegiatan KPI patut dilanjutkan. Beliau selalu mengikuti perkembangan KPI dan sangat mendukung.

Di depan kue tart ultah dan tumpeng kuning kami semua berdoa, dipimpin oleh Mas Agus dan Mbak Lina mohon agar  KPI dan pengurusnya selalu diberkati Allah SWT. Setelah itu secara bersama-sama meniup lilin ulang tahun dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Bapak Soekarman dan diberikan kepada Ketua KPI, dilanjutkan Ketua KPI memotong tumpeng diberikan kepada pengurus KPI termuda Aftralina diiringi lagu-lagu ulang tahun yang terus melantun mengingatkan kembali ke masa 28 th silam. Tayangan LCD “Album Kenangan: KPI dari masa ke masa 1982-2010) menemani santap siang bersama. Peserta yang mendapat Door Prize cukup banyak, sekitar 40%. Mereka tampil dengan kebolehannya dan merasa senang dapat berkumpul bersama dan pulang membawa kenang-kenangan suvenir sumbangan dari Indo Tambah Raya Megah (ITM) serta tambahan pengetahuan dari ketiga nara sumber tentang literasi informasi di sekolah, literasi informasi di masya-rakat dan literasi informasi di Perpus-takaan Nasional. Dirgahayu Klub Perpustakaan Indonesia. Semoga tambah jaya, doa para tamu dan undangan, Amin.
Last Updated ( Monday, 01 March 2010 )